Monday, June 29, 2020

Liburan Murah Meriah + Pahalanya Luar Biasa

Selama ini mungkin di antara kita pernah berpikir jika diri kita lelah bekerja dan terus bekerja, bahkan mungkin tanpa jeda di siang harinya, ingin mengapresiasi diri atas prestasi kerja yang luar biasa, hadiah terbaik untuk diri sendiri apa ya, bagusnya dibawa liburan kemana? 

Kadang kita berpikir kerdil, ah mana mungkin diri ini bisa liburan, mungkin ada kesempatan berlibur dari kepenatan, tapi terkendala dana, setelah liburan nanti untuk mencukupi kebutuhan lainnya pakai apa?

Ada juga yang memiliki banyak uang tapi kesempatan yang tepat kurang bersahabat, mungkin kendalanya terikat kerja atau hal penting lainnya. Sungguh sulit sekali kelihatannya. Laa ada juga yang dua-duanya belum punya, tidak punya kesempatan juga belum punya dana untuk liburan

Ternyata Islam telah menawarkan liburan istimewa penuh pahala jauh-jauh hari yang dijemput langsung oleh Rasulallah menghadap Allah, yaitu shalat lima waktu. Apabila shalat dilakukan tepat waktu dengan khusyuk total, sungguh efeknya luar biasa, pikiran terasa rileks, masalah datang tidak ngefek, semoga ide menulis tidak mandeg

Mungkin ini kurang kita sadari, khususnya saya sendiri, shalatnya masih jauh dari khusyuk. Shalatnya belum khusyuk kok sudah tau manfaatnya Darni? Ini saya ketahui dari membaca, membaca pengalaman orang lain. Semoga kita bisa liburan terus tanpa memikirkan kesempatan dan dana serta mendapat pahala yang istimewa. Aamiin

Jambi 29 Juni 2020

Saturday, June 20, 2020

Menunggu yang Menyenangkan

Ternyata menunggu itu tak selamanya membosankan, tentu akan menyenangkan jika dimanfaatkan dengan melaksanakan hal biasa saja tapi bermanfaat. Contoh kecil yang saya praktikkan, pagi hari saya memasak, memandikan Khodijah, membuat kopi untuk suami, sarapan dan mempersiapkan keperluan mengabdi lalu berpamitan pergi

Sampai tujuan saya ngobrol dengan teman-teman setelah cukup lama ngobrol ringan saya cek hp, ternyata chat di grup WA cukup menumpuk belum terbaca, saya buka satu persatu dan membacanya informasi penting dari beberapa grup tersebut

Sambil menunggu teman keluar, saya coba nulis tulisan ini di blog, saat menulis ada yang manggil, saya terhenti melanjutkan tulisan ini, dilanjut lagi jam belajar sudah menunggu, sayapun langsung masuk kelas hingga selesai

Tulisan ini saya simpan saja dulu walau belum cukup lima paragraf, sampai rumah sekitar jam 17:30 kerena menempuh jarak perjalanan dari rumah-tempat mengabdi sejauh empat puluh tiga kilo meter, sampai rumah saya langsung ganti peran sebagai ibu yang harus siap mengasuh anak

Di sini saya belajar jadi ibu yang baik untuk anak, alasan capek tidak boleh jadi alasan, karena dari awal sudah tau konsekuensi dari komitmen yang dipilih. Saya nulis ini sambil menunggu rasanya senang sekali.

Tuesday, June 16, 2020

Tak Ingin Dikatakan Hanya Ingin Menulis

Berhari-hari nyari ide mau nulis apa ya? Padahal sudah berusaha sedikit membaca buku, bahkan kemarin sudah coba bawa jalan-jalan ke desa sebelah dengan harapan bisa menemukan inspirasi untuk menulis, namun ide menulis belum kunjung tiba. Mungkin karena saya mikirnya jika nulis ini kok biasa sekali ceritanya, sepertinya kurang layak dikonsumsi publik, mau nulis yang bagus ya belum ada ide juga. Efeknya sudah dua hari absen setor tugas.

Saya terkadang heran dengan diri sendiri jika lagi semangat nulis tulisan biasa saja di-posting, kalau lagi kurang semangat ampun deh selalu mengatakan belum ada ide yang bagus untuk ditulis, pertanyaannya memangnya tulisanmu pernah bagus apa? 😄😄😄 

Biasanya saya sering baca tulisan teman dan tak lupa komen di sana, beberapa hari ini kok kurang semangat bacanya, setelah tau nama teman yang setor tulisan sudah, tidak berminat untuk membacanya, padahal perjuangan menulis itu luar biasa saya rasakan. Anehnya lagi saya tidak merasa gelisah belum setor tugas. Waduh ini sepertinya hatinya yang perlu diperbaiki, jangan sampai hatimu sakit terlalu lama Darni, baiklah semoga segera sembuh

Saat motivator bilang banyak menemukan orang yang ingin menulis cerita dahsyat tapi nyatanya baru sebatas ingin menulis. Saya langsung bersemangat karena saya tidak ingin dikatakan hanya ingin menulis saja tapi saya benar-benar ingin belajar dan praktik menulis, dikatakan hanya sekedar ingin menulis saja saya tidak sudi, apalagi menjadi orang yang hanya ingin menulis benaran

Saat didorong seperti ini saya langsung nemukan ide, sepertinya motivasi ini bagus untuk ditulis. Semoga dorongan menulis tidak hanya bersumber dari luar saja, tapi juga dari dalam, eksternal dan internal, ide menulis sebenarnya melimpah ruah dari diri terdalam hanya belum mampu mengangkatnya kepermukaan. Semoga segera

Jambi, 17 Juni 2020

Saturday, June 13, 2020

Cari Uang Sebanyak-banyaknya dan Gunakanlah Secukupnya

Judul ini menarik sekali untuk ditulis, mencari uang sebanyak mungkin tentu tidak disalahkan dalam ajaran Agama, yang penting prosesnya halal. Saya rasa salah satunya adalah dengan cara berbisnis, jadi pendidik kita tidak hanya kaya ilmu tapi juga kaya harta, semoga. 

Inilah yang dicontohkan Rasulallah pada kita semua agar kita kuat secara finansial, tapi Rasul tetap sederhana dalam menggunakan hartanya dalam urusan dunia padahal beliau mampu melakukannya

Mengingat saya sebagai istri harus belajar mengelola keuangan, seperti yang dicontohkan Rasulallah, walaupun nominalnya kecil. Kata orang setelah menikah jika seorang istri belum bisa mengelola keuangan maka rumah tangganya akan lambat maju dan berkembang

Suami berjuang semaksimalkan mungkin untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ujian dan rintangan tak menyusutkan semangatnya dalam berusaha, agar nanti keluarganya tidak menjadi beban kalurga yang lainya, bekerja dan terus bekerja demi mempersiapkan masa depan keluarga sejahtera dan bisa membantu banyak orang

Jika sudah memiliki harta berlimpah sebaiknya gaya hidup kita tetap seperti biasa, yang perlu diperbaiki mungkin sedekahnya, yang biasanya hanya dengan nominal sederhana sekarang harus luar biasa.

Thursday, June 11, 2020

Jamu Lima Hari Lima Paragragraf

Terima kasih kepada bapak ibu yang telah mendo'akan kesembuhan saya, berkat do'a bapak ibu saya sudah mulai membaik sekarang, semoga bapak ibu semua dalam keadaan sehat wal'afiat. 

Saya ingin mencoba saran dari Pak Masngud, jamu lima hari lima paragraf manjur. Saat menulis paragraf kedua ini ada anak MTs datang kerumah minta bantu menjawab soal ujian semua mata pelajaran yang akan dikumpulkan besok katanya, saya lupa nanya dia kelas berapa

Saat bantu anak tersebut hp saya simpan dulu, saya bantu mengarahkan saja contohnya kalau pertanyaannya ini coba lihat daftar isinya dan baca materinya nanti akan ketemu jawabannya. Saya bantu mengarahkan mata pelajaran yang kira-kira saya bisa bantu, tapi kalau bidang umum seperti matematika saya minta dia cari bantuan pada orang yang faham dibidangnya. Saya belajar matematika hanya saat SD, setelah itu tidak pernah lagi

Selesai bantu anak tadi badan saya kok terasa demam lagi, saya bawa anak saya tidur, sementara hp gantian dipakai suami, pikir saya disambung besok saja nulisnya. Saya tertidur saat ngasih anak saya ASI, rencananya setelah anak tidur saya minum obat dulu, kemudian baru tidur

Mungkin tidak ada pelajaran apapun yang bisa diperoleh dari tulisan ini, tulisan ini hanya mencoba jamu lima hari lima paragraf dari pak Masngud. Terima kasih 

Monday, June 8, 2020

Rintangan Kecil Cukup Melemahkan Energi Menulis Pemula

Sekitar dua hari yang lalu saya kurang enak badan disebabkan flu dan batuk, Alhamdulillah tidak sesak nafas, insya Allah bukan Corona. Saya membeli obat di apotek terdekat, lalu minum obat saat itu juga. Alhamdulillah setelah satu hari minum obat, flu dan batuk mulai membaik, saya pun lega rasanya, karena cukup menguras energi saat batuk tiba. Dan rasanya cukup malas untuk menulis, ditambah lagi ide menulis tak kunjung tiba

Esok harinya setelah saya minum obat, anak saya yang bernama Khodijah susah sekali diberi ASI, biasanya tidak demikian. Saya heran kenapa Khodijah selama dua hari ini susah minum ASI ya? Dia hanya mau ASI hanya jika mau tidur dan saat nangis, selain itu tidak mau walaupun semaksimal mungkin saya mencoba memberi ASI padanya

Rasa takut dan cemas datang melanda, kenapa dengan anak saya? Saya berinisiatif untuk berhenti minum obat walaupun belum sembuh total, mana tau ini efek dari obat yang saya minum, setelah satu hari berhenti minum obat, anak saya rajin minum ASI, Alhamdulillah lega rasanya, ternyata ini benar efek dari minum obat

Saat beli obat saya lupa mengatakan obatnya untuk ibu menyusui, ini pengalaman sekaligus pelajaran yang harus saya tulis, untuk mengingatkan saya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama nantinya. Tadi siang saya beralih mengkonsumsi obat tradisional, minum air jeruk nipis dicampur kecap, Alhamdulillah anak saya tetap rajin minum ASI

Malam ini, sebelum nulis tulisan ini, giliran anak saya yang terserang batuk, sedih dan tidak tega mendengarnya terus batuk. Saya bergegas meracik obat batuk tradisional seperti yang saya ceritakan tadi, saat meracik obat saya membangunkan ibu saya minta tolong gendong Khodijah agar dia tidak nangis, setelah selesai saya beri dia minum obat walau agak susah ngasihnya, karena cukup terasa asam sekali. Selesai minum obat saya gendong hingga ia terlelap dan Alhamdulillah sekarang ia tidur pulas tanpa diganggu batuk lagi, semoga sudah sembuh hendaknya. Aamiin.

Jambi, 09 Juni 2020

Saturday, June 6, 2020

Banyak Tau Tentang Sedikit, Sedikit Tau Tentang Banyak

Judul ini terinspirasi dari tulisan pak Sugeng, yang sepertinya anggota baru di grup Ma'arif, saat membacatulisan beliau tiba-tiba aku teringat kembali ucapan maha guru saat aku belajar di sana dulu, beliau adalah pak Dr. Agus Zaenul Fitri. Saat itu membahas materi tentang integrasi pendidikan. Beliau pernah mengatakan lebih kurangnya begini, orang yang banyak tau tentang sedikit contohnya dia cukup menguasai satu bidang ilmu. Sedangkan sedikit tau tentang banyak contohnya ilmu fiqih faham dikit, bahasa Arab bisa dikit, ilmu tafsir faham dikit, dan sebagainya, sama sekali belum menguasai suatu bidang ilmu yang telah dipelajari

Khususnya saya jangankan sedikit tau tentang banyak, sedikit tau tentang sedikit pun belum tentu, mulai sekarang semoga tidak lagi. Pernah baca cerita sahabat Rasulullah yang bernama Ibnu Abbas, salah seorang teman Ibnu Abbas menceritakan, saya melihat banyak orang berkumpul di jalan menuju rumah Ibnu Abbas, sehingga jalan menjadi sempit karena tertutup orang banyak. Saya langsung memberi tau Ibnu Abbas bahwa orang sudah berdesakan di depan pintu. Ibnu Abbas langsung berwudhu lalu berkata siapa yang hendak belajar Al-Qur'an suruh mereka masuk, sahabatnya memberitahukan pada orang-orang yang hendak belajar Al-Qur'an agar masuk ruangan, semua ruangan penuh hingga sampai ruangan kamar, apa saja yang mereka tanyakan dijawabnya dengan panjang lebar. Setelah sampai batas waktu beliau mengatakan beri kesempatan pada kawan-kawan yang lain, mereka keluar semua, dan masuk lagi orang-orang yang ingin belajar tafsir Al-Qur'an. Begitulah seterusnya hingga yang ingin belajar ilmu fiqih, ilmu faraidh, ilmu sastra Arab masuk rumah bergantian, dan orangnya pun berdesakan setiap belajar

Beda jauh dengan yang terjadi zaman sekarang, dosennya bisa mencapai ratusan orang setiap universitas, tapi Ibnu Abbas adalah satu-satunya yang mengajar di universitasnya. Kereen sekali ya

Para ilmuan muslim pun demikian multi disipliner. Banyak ilmu yang mereka kuasai sampai ke akar-akarnya, kenapa yang terjadi sekarang banyak kebalikannya? Saya pun kurang bisa menjawab sepenuhnya

Di antara penyebabnya bisa jadi aqidah manusia zaman sekarang banyak yang kurang murni lagi, banyak yang mempertuhankan yang lainnya tanpa mereka sadari, makanya ilmu kurang nempel. Na'uzubillah. Dan masih ingat olehku ucapan pak Dr. Naim saat belajar di kelas dulu mengatakan lebih kurang begini " Kenapa ilmuan muslim pada zaman dahulu menguasai berbagai bidang ilmu? Jawabannya mereka malamnya seperti sufi, siangnya sebagai ilmuan". Sudahkah kita demikian? Semoga ya Allah, Aamiin..

Jambi, 07 Juni 2020

Friday, June 5, 2020

Aku Orang Biasa Bercita-cita Luar Biasa

Kenapa judulnya tinggi sekali Darni? Entahlah, dari tadi bingung mau nulis apa? Ya ditulis saja semaunya sekarang. Berharap ide muncul dalam kebingungan, terlintas pertanyaan dalam pikiran, kenapa ya pengalaman orang-orang biasa kurang menarik dibukukan? Padahal masa hidupnya lebih-kurang sama dengan orang hebat

Mungkin karena orang biasa walaupun hidup dalam kurun waktu yang cukup lama bahkan mungkin ratusan tahun, sebenarnya pengalaman satu tahun yang diulang-ulang selama puluhan tahun. Beda dengan orang hebat yang mau berproses dan selalu ada progres setiap hari, Minggu, bulan hingga tahunnya

Saat baca buku, yang buat penasaran pertama adalah daftar isin, lalu jika baca buku antologi yang buat penasaran berikutnya adalah identitas penulis. Dalam hati bertanya ada tidak ya usia penulisnya sebaya denganku? Setelah dicek ternyata yang nulis ada yang jauh lebih muda dariku. Saat itu cita-cita ingin menjadi penulis semakin kuat

Usianya masih muda tapi namanya sudah tertulis dalam daftar isi buku walaupun buku antologi, sementara kamu Darni? Namaku baru tertulis dalam skripsi, dan buku nikah 😊😊😊😊. Semoga nanti bisa terdaftar dalam buku antologi dilanjut buku solo. Ah PD sekali kamu Darni... Biarlah, sampai kapan aku harus berpikir negatif terhadap kemampuan diri sendiri. Setiap kita insya Allah bisa, tapi ya dibarengi dengan upaya ekstra. Semoga


Dulu temanku pernah berkata begini "daerahmu itu jauh dari peradaban, makanya sulit maju". Tercabik-cabik rasanya saat mendengar ucapan itu, aku berusaha menenangkan diri, langsung terpikir olehku orang boleh mengatakan demikian walaupun mungkin itu ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya. Kenapa tidak kamu saja yang berusaha memulai perubahan yang lebih baik? Minimal dari desamu dulu. Baiklah, semoga

Jambi, 05 Juni 2020

Wednesday, June 3, 2020

Kaget


Waah kenapa Darni, kok tiba-tiba kaget? Jawabannya karena akhir-akhir ini saya cikup jarang membaca. Sudah tau banyak tentang manfaat membaca tapi masih juga lalai, mungkin inilah sebabnya selama ini belum membuahkan hasil, tidak mengamalkan ilmu yang telah dimiliki, padahal nyarinya dulu cukup sulit, setelah dapat ilmunya diabaikan. Semoga tidak lagi demikian ya

Kemarin hari Rabu 03 Juni 2020, di grup Ma'arif tulisan demi tulisan bermunculan, wah kapan giliran saya yang setor nih, namun ide tak kunjung singgah, cukup gelisah kemarin, setiap lihat HP semakin banyak yang setor tulisan, akhirnya saya mencari buku untuk dibaca, harapan semoga tugas setor tulisan bisa terpenuhi. Ternyata saya tetap absen setor kemarin, tak usah disebut alasannya kenapa, karena itu akan menunjukkan saya masih belum maksimal dalam berjuang keluar dari ketidaktahuan

Setelah sedikit membaca buku milik adik saya yang dibeli saat ada bazar buku di IAIN Tulungagung tahun kemarin yang berjudul Kaya Raya Tanpa Modal untuk Anak Muda. Saya langsung cek daftar isi, pilihan saya jatuh judul tulisan pada bagian kedua, judulnya Menjadi Penulis Lepas, karena sekarang saya memang ingin belajar menulis. Pada paragraf pertama ditulis "Menjadi Penulis dapat menjadi peluang besar untuk menambah penghasilan". Waah kereen, cukup menggugah untuk terus belajar nulis

Saya terus membaca dengan semangat hingga saya menemukan kalimat ini "Jika Anda sedang meniti karier, sebaiknya bangun dulu karakteristik, keunggulan, serta kepribadian. Jangan terlalu mengkhawatirkan masalah gaji". Karena gaji akan meningkat seiring meningkatnya kualitas diri, ini kesimpulan tulisan berikutnya yang saya rangkum. Kaget memang setelah mengetahui ini

Setelah membaca saya menemukan jawaban dari pertanyaan batin selama ini, kenapa honor saya masih kecil? Padahal biaya kuliah tidak sedikit, cukup menguras penghasilan orangtua selama bertahun-tahun, ternyata jawabannya kamu sih Darni tidak mau terus belajar, merasa cukup dengan ilmu yang hanya sedikit, jarang diamalkan pula, makanya gajimu belum meningkat. Baiklah semoga bisa terus memperbaiki kualitas dan kapasitas diri. Aamiin

Jambi, 04 Juni 2020

Tuesday, June 2, 2020

Awalnya Kesal Akhirnya Bersyukur


Selasa 02 Juni 2020 saya dan adik bungsu pergi ke kampus untuk belajar, pagi hari mulai disibukkan dengan aktivitas ibu rumah tangga, semuanya diusahakan selesai sebelum pergi. Tugas pagi hari memang sudah selesai, hanya tugas menulis yang belum, baru sempat sekarang

Setelah semuanya siap, tak lupa membawa buku pak Dr. Naim yang berjudul menjadi guru inspiratif, karena materinya berkaitan erat dengan buku tersebut. Sebelum pergi seperti biasa saya saliman dengan orangtua, suami, kakak dan mencium anak saya. Saat awal berangkat sedih rasanya, seharusnya saya yang ngasuh anak, dengan terpaksa anak saya tinggalkan sementara dengan orangtua dan suami

Saya pergi ke kampus bersama adik, karena sampai sekarang saya belum bisa bawa motor sendiri. Di perjalanan mata saya kantuk susah sekali diajak bangun, tiba-tiba ban motor melewati lobang yang ada di jalan, saya kaget bukan main ternyata saya ketiduran. Agak kesal dengan adik yang bawa motor agak ngebut, tapi Alhamdulillah ternyata dengan cara demikian Allah menghilangkan rasa kantuk di mata saya

Nikmat kaget inilah yang luar biasa bagi saya hari ini, coba kalau seandainya saya tidur di atas  motor berkelanjutan tanpa disadarkan dengan perantara ban motor masuk lobang dijalan, mungkin saya terjatuh atau gimana. Alhamdulillah awalnya saya agak kesal, tapi sungguh ini di antara nikmat-Mu yang luar biasa

Semenjak kejadian itu rasa kantuk hilang seketika hingga kami selamat sampai tujuan. Saat itulah saya menemukan hikmah dari kejadian di perjalanan tadi pagi.

Jambi, 02 Juni 2020

Monday, June 1, 2020

Tolong Jangan dikoreksi Dulu



Khusus tulisanku tolong jangan dikoreksi dulu. Siapa juga yang mau ngoreksi sekarang, gumam pembaca. Hmm tulisan ini terinspirasi dari komentar teman yang ingin tulisannya dikoreksi oleh mentor dan teman-teman grup

Kenapa saya tidak ingin tulisannya dikoreksi? Karena aturan kepenulisan akan merampas kebebasan saya untuk mengeksperesikan ide yang terlintas dalam pikiran, dan mengekang jari saya untuk menulis, takut mengulangi kesalahan yang sama

Yang saya lakukan berusaha terus belajar menulis, walaupun yang diceritakan masih cerita biasa, belum ada motivasinya alias tulisannya belum bisa menginspirasi orang lain, tapi minimal bisa memotivasi diri sendiri dulu

Kadang minder nulis setelah baca tulisan teman-teman yang sudah bagus. Tapi kata Pak Dr. Naim tulisan kita tidak akan pernah bagus jika praktik menulis tidak dibiasakan. Saya jadi semangat nulis lagi. Yang sudah pintar nulis pasti jam terbangnya sudah tinggi, nah sepertinya ini yang harus dicontoh bukan minder dan mengeluh

Tulisan mencerminkan kecerdasan seseorang, inilah saya, yang belum ada apa-apanya tapi ingin pintar nulis seperti teman-teman, semoga, amin

Jambi 01 Juni 2020

Sedih Dan Bersyukur

Jum'at 26 November 2021 Khodijah diasuh sama ayah di rumah nenek Seringat, karena setiap hari jum'at dan rabu Bunda pergi ke kampus ...