Saturday, September 25, 2021

Motivasi Bersambut Inspirasi

Setelah Maghrib suami membawa anak main ke rumah neneknya di Seringat, saya yang sering pegal-pegal lebih sering tinggal di rumah ketimbang mengikuti mereka, mumpung anak lagi main saya tertarik untuk mengisi waktu untuk menuntaskan membaca buku Boom Literasi yang sudah beberapa bulan saya baca baru khatam sekarang

Banyak sekali tulisan yang menginspirasi untuk terus membaca dan menulis, di antaranya saat baca tulisan yang judulnya "Perempuan Buku dan Gaya Hidup" saya tersadarkan saat membaca kalimat berikut "Membuat buku dianggap sebagai menaikkan citra diri. Buku itu cermin kecerdasan. Jika seorang perempuan bisa punya buku yang dituliskan sendiri, secara tidak langsung dia akan punya lebel perempuan cerdas". Ini ungkapan Bu Kusuma dan ibu Ami Haris yang saya gabungkan

Setelah menuntaskan membaca buku ini, saya beranjak mencari buku yang akan dibaca selanjutnya, rasanya tak mau lepas dari buku mumpung punya waktu, ingin sekali meningkatkan citra diri melalui membaca dan menulis yang disampaikan Bu Ami Haris tadi, setelah saya cari buku yang hendak dibaca, pilihan saya jatuh pada buku yang berjudul "Menulis Itu Mudah" karangan Prof Ngainun Naim. Buku ini sangat menarik minat baca saya, selain judulnya menggugah halamannya juga tidak terlalu banyak, walaupun bukunya tidak terlalu tebal namun di awal tulisannya saya sudah terdorong untuk segera mempraktikkan menulis

Saat membaca buku ini posisi saya beragam, dari duduk yang rapi hingga duduk berantakan, bagaimana itu posisi duduk berantakan? Yang pernah berstatus Bumil pasti tau jawabannya 😊 Jika masih terasa nyeri saya coba membaca sambil berbaring, saat berbaring dorongan untuk menulis sangat hebat sehingga menguatkan kaki untuk melangkah mengambil buku dan pulpen, sebenarnya malas untuk bergerak, namun inspirasi untuk menulis jauh lebih kuat, rasa malas akhirnya menyerah

Dari awal menulis ini saya bingung judulnya apa ya? Ah tulis saja dulu nanti semoga saja ada ilham untuk judulnya, entah judulnya nyambung atau tidak dengan isinya saya kurang faham juga, yang jelas saya termotivasi untuk membaca lebih banyak, dan mendapatkan inspirasi menulis yang lebih hebat dari tulisan tersebut.

Sungai Lempur 26-9-2021

Tuesday, September 21, 2021

Kepolosan Mahasiswa Semester Satu

Selama mengabdi di kampus baru kali ini diberi kesempatan untuk mengajar mahasiswa semester satu, sebelumnya pada saat semester ganjil selalu dapat bagian ngajar semester tiga dan semester enam, mungkin karena sebelumnya saya masih berstatus asisten dosen kali ya? Memang selama ini sepengetahuan saya yang mengajar di semester satu itu semuanya adalah dosen-dosen senior, sampai sekarang saya belum menanyakan alasannya kenapa demikian

Setelah diberi kepercayaan mengajarkan mahasiswa semester satu sekarang, sungguh ini mengingatkan saya saat awal kuliah S.1 dulu, rata-rata latar belakang pendidikan mereka adalah pesantren, sangat kebingungan setelah saya beritahu bahwa di antara tugas wajib mahasiswa adalah membuat tugas makalah, dan makalah tersebut cukup dikirim filenya ke grup WA, tidak usah diprint dan fotocopy, demi meringankan biaya tugas mahasiswa

Di grup WA saya sering mengingatkan mahsiswa jangan malu bertanya jika belum faham dengan sistem perkuliahan yang disampaikan, mengingat mereka baru semester satu pasti banyak bingungnya karena ini pengalaman pertama kuliah. Alhamdulillah mereka aktif bertanya di grup WA kelas, mayoritas pertanyaan mereka tentang cara penulisan makalah

Ada yang menanyakan begini "Bu nulis makalah itu tulis tangan dulu setelah itu difoto terus dikirim ke grup WA kelas ya Bu?" Masya Allah pertanyaannya begitu jujur dan polos, saya jawab begini "Makalahnya diketik, setelah diketik kan ada filenya, barulah dikirim ke grup WA kelas ya" Dia jawab "Mohon maaf Bu, saya belum mengerti tentang pembuatan makalah, baru sekarang saya dengar kata makalah, dulu saat di pesantren kami tidak pernah belajar seperti ini, saya akan rajin bertanya dengan kakak senior tentang penulisan makalah ini Bu". Saya jawab bagus, memang harus demikian banyak bertanya dan rajin belajar ya..

Setelah saya sarankan demikian mereka semakin rajin bertanya, walupun pertanyaannya sepertinya sepele bagi kita tapi bagi mereka mungkin itu pertanyaan yang sulit untuk ditemukan jawabannya. Alhamdulillah yang penting sekarang mereka sudah berani bertanya itu sudah nilai plus bagi saya, daripada mereka hanya diam dalam ketidakpahaman mereka

Mungkin ini jawaban mengapa saya baru sekarang diamanahkan mengajar di semester satu, butuh kesabaran, keikhlasan untuk menjawab berbagai pertanyaan jujur dan polos dari mahasiswa di grup WA kelas, coba awal mengabdi saya sudah diberi tugas ngajar semster satu, pasti puyeng dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa baru tersebut 😊😊

Taqdir Atau Tragedi

Tadi malam setelah shalat 'isya ada acara runding warga desa kami yang hendak menikah, adat istiadat di sini ada dua kali runding bapak mamak yang di rantau akan diundang datang ke rumah kedua calon mempelai laki-laki dan perempuan, hanya saja waktunya didahulukan runding di rumah calon mempelai perempuan, setelahnya baru diadakan di rumah mempelai laki-laki

Tadi malam bapak saya ikut hadir pada acara runding tersebut, karena yang mengadakan acara runding tersebut juga tergolong keluarga dari pihak bapak, saya tidak mengetahui pukul berapa acaranya usai tadi malam, saya sudah terlelap tidur namun bapak belum juga pulang

Paginya sepulang dari sekolah menggantikan jam ngajar suami, dapat informasi dari kakak perempuan saya bahwa ada keluarga orang yang hendak menikah tersebut meninggal dunia pagi ini di rumah sakit Kota Bangko. Ceritanya pada acara runding tadi malam cukup menegangkan, karena ada salahsatu bapak mamak yang mengatakan lebih kurang begini "Setiap runding pernikahan di rumah keluarga ini selalu berhutang" sehingga kejadian yang lama pun diungkit-ungkit

Maksud berhutang adat di desa kami adalah jika melanggar adat istiadat desa dikenakan denda berupa kambing, kerbau atau yang lainnya, sesuai dengan pelanggaran adat yang dilakukan. Karena pelanggaran adat yang sering dilakukan keluarga tersebut adalah menikah dengan keluarga yang tidak dibolehkan secara adat maka dendanya wajib potong 1 ekor kambing

Sebenarnya secara syari'at hubungan antar kedua calon mempelai boleh melakukan pernikahan, bukan tergolong orang yang diharamkan untuk dinikahi dalam Al Qur'an. Entahlah adat di sini tentang pernikahan masih mengekor pada adat istiadat zaman dahulu, harusnya yang tidak dilarang dalam Al Qur'an juga tidak dilarang dalam adat, tapi, entahlah

Mendengar keributan pada acara runding tadi malam yang sangat heboh, salah satu dari keluarga tersebut pingsan entah disebabkan darah tinggi atau jantungan, sehingga langsung dibawa kerumah sakit, rencananya pagi ini mau dirujuk ke rumah sakit Jambi kota, karena pasien belum sadar juga, saat mengurus administrasinya yang sakit tersebut telah berpulang menghadap yang Maha Kuasa. Kejadiannya hari ini tanggal 21-09-2021. Kejadian ini aneh tapi pasti, itulah saya bingung ini Taqdir atau Tragedi? Ilmu saya sangat dangkal untuk menjawab pertanyaan ini, saya rasa ini taqdir Ilahi

Thursday, September 16, 2021

Saya dan Suami Sama-sama Dongkol

Kamis malam Jum'at 6-9-2121, saya ngajak suami nyuci pakaian kerumah mertua, karena malas nyuci tangan, semenjak hamil saya sering nyuci pakaian di sana. Malam ini cuaca agak buruk, angin memberikan tanda bahwa hari mau hujan, tidak berapa lama sampai sana hujan deraspun turun

Saya bantu adik ipar masak kebetulan saat itu mesin cuci lagi dipakai mertua mencuci pakaian, saat mencuci pakaian anak mulai rewel sebab kemarin lusa badannya sempat panas ringan efek saya mandikan dengan membasahkan kepalanya pada saat pukul 10 siang, kalau dia selesai demam biasanya diakhiri rewel, jika demamnya ringan rewelnya tingkat ringan, jika demamnya beberapa hari biasanya rewelnya maksimal empat hari

Karena putri saya sering rewel minta digendong dan dipeluk akhirnya adik ipar  yang menyelesaikan cucian, sudah pukul 11 malam bahkan lewat Khodijah belum kunjung mau tidur mungkin merasa badannya belum nyaman, saya mengerti itu, makanya saya usahakan mengikuti keinginannya, sedangkan ayahnya hanya marah-marah sambil nyuruh anaknya cepat tidur, jika dia marah-marah terus tentunya Khodijah jadi takut sama dia, jadinya hanya mau sama saya, sedangkan saya lagi hamil besar, capek juga dipaksa gendong anak

Harusnya suami lebih lembut sama anak agar anak nyaman sama ayahnya, kalau tidak ya begini jadinya, walaupun capek tetap menggendong anak semampunya, sedangkan suami merasa nyaman anaknya sudah diam, padahal anak diam karena saya gendong, siapa yang tidak kesal kita menderita dia tidur dengan aman

Paginya bangun tidur anak masih rewel, saya putuskan untuk ngajak suami cepat pulang, sampai rumah suami langsung ngulang tidur, sedangkan anak masih rewel minta digendong terus, saya pergi ke kamar dan menyampaikan kekesalan hati saya, kok jadi suami cuma mau enaknya saja punya anak, kapan anak rewel dak mau bantu, jika bantu itupun marah-marah sama anak, anak itu belum dewasa butuh kasih kasih sayang bukan bentakan

Paginya sebelum berangkat ke kampus saya pamitan sama dia langsung minta maaf, dia malah bilang yang tidak baik, saya jadi tambah kesal dan langsung pergi. Saat dijalan saya sangat benci padanya, sudahlah salah tidak mau disalhkan. Sangat kesal hari ini

Tuesday, September 7, 2021

Subhanallah Masya Allah Alhamdulillah Khodijah

Sungguh nikmat-Mu begitu besar yang Engkau titipkan pada hamba ya Allah, diberi putri yang sangat istimewa menurut Ayah dan Bunda, yang mana saat kami istirahat setelah Maghrib sambil berbaring tadi malam tiba-tiba Khodijah yang sedang memandang ke atas sambil menunjukkan kearah yang dimaksud lalu mengatakan gini "Bunda ada bala-bala" saya yang lagi capek mengiyakan tanpa melihat pada arah yang dia maksud

Dia hanya diam sambil terus memperhatikan yang dia lihat setelah saya mengiyakan, kemudian saya ikut melihat kearah yang dia maksud, ternyata ada laba-laba yang sedang membuat sarangnya. Oo tadi saya kira ada gambar seperti bola di atas ternyata laba-laba

Dulu saya pernah menjelaskan padanya saat melihat laba-laba sedang bermain sama anaknya, ini namanya laba-laba Khodijah, saya rasa kejadian itu sudah lama, ternyata dia masih ingat namanya hanya kurang tepat pada penyebutan namanya, hmm wajar, namanya juga anak-anak, tapi saya sangat kagum dengan ingatannya yang sangat kuat, Alhamdulillah ya Allah

Kemarin dia juga membuat hatiku sangat terharu biru, saat dia ngajak beli jajan di warung tetangga, saya mengikuti keinginannya sampai di sana pintu warungnya terbuka tapi setelah berulangkali manggil belum nyahut juga, saya putuskan ngambil jajannya duluan nanti orangnya datang baru bayar, karena Khodijah juga minta makan jajannya duduk di depan warung sana saja

Setelah Khodijah menghabiskan dua bungkus kerupuk yang harganya lima ratus perbungkus namun yang punya warung belum muncul juga, Khodijah ngajak pulang sambil menarik tangan saya sambil mengatakan yuk pulang Bunda. Masya Allah saya kaget, saya kira dia akan minta jajan lagi setelah menghabiskan jajan kerupuk tadi ternyata tidak. Saya langsung mengikutinya pulang, kapan kesana lagi baru bayar. Dalam perjalanan pulang hatiku sangat mengaguminya ya Allah Alhamdulillah saya sangat bersyukur yang dilakukan anakku sekarang sangat membuatku bangga pada Khodijah putriku

Sungai Lempur, 8 September 2021
Darni Bunda Khodijah

Melatih Kepekaan Hati

Pesan dari Doktor Didi saat ikut pembinaan menulis yang diselenggarakan oleh grup SPK pada hari Minggu 5 September kemarin sangat tertanam kuat dalam hati, di antaranya ialah melatih kepekaan hati

Jika hati kurang peka maka kita akan kesulitan menemukan ide menulis, karena menganggap sesuatu yang kita alami sehari-hari itu biasa saja, berbeda halnya dengan penulis, sesuatu yang sederhana saja bisa jadi ide berharga untuk diolah menjadi sebuah tilisan

Sebab menulis itu mampu melihat yang tak terlihat, mampu mendengar yang tak terdengar, dan mampu merasa yang tak terasa. Masya Allah sungguh luar biasa bagi pemilik hati tersebut

Kalau kita ciptakan kebiasaan menulis yang baik, maka kebiasaan itu akan menjadi karakter kita, kalau sudah demikian menulis tidak butuh lagi goodmood atau bedmood 🤭 betul begini atau bukan bahasa Inggrisnya ya? Yang penting nulis dulu

Pantasan selama ini saya merasa tidak berdosa jika tidak menulis, karena memang lagi banyak dosa 🤭 Astaghfirullah

Sungai Lempur, selasa 7 September 2021
Darni Bunda Khodijah

Monday, September 6, 2021

Terima Kasih Suamiku

Suamiku baru kali ini kutulis catatan khusus tentangmu, tadi siang Senin 6 September 2021 saya menemani suami ke kantor Pertanahan Bangko untuk melengkapi bahan sertifikat tanah warga desa seringat khususnya dusun Sungai Lempur

Setelah urusan selesai kami pamit untuk pulang, mengingat cuaca sudah mulai mendung. Beberapa menit perjalanan ternyata hujan deras turun, kami bermaksud untuk mencari tempat berteduh yang tepat karena belum makan siang apalagi kalau bukan rumah makan atau kantin

Awalnya kami berhenti di suatu rumah makan yang ada di pasar bawah kota Bangko, dan kami sudah duduk di kursi makan, karyawan mulai mengantarkan air untuk mencuci tangan, kami menunggu sambil ngobrol ringan

Sudah sekian menit menunggu hidangan belum kunjung datang, saya perhatikan karyawannya terus sibuk keluar masuk dapur, saya pikir karyawannya lupa, pas dia lewat saya menanyakan masih lama ya dek? Dia jawab nasinya habis, lagi dimasak kak. Allahu Robb... Kenapa baru bilang gumam suami saya. karena hujan sudah mulai reda saya dan suami bergegas menuju tempat makan langganan dan melahap makan siang di sana

Saat perjalanan pulang suami meminta saya yang memakai helm takut nanti saya sakit kepala karena lagi hamil banyak yang harus dijaga. Suami sedikit disirami gerimis saat diperjalanan, sebab jika menunggu hujan reda takut nanti tidak bisa menghadiri undangan dari Pak Doktor Nasril di acara resepsi pernikahan adiknya, makanya kami nekat terus jalan agar niat silaturahmi kerumah beliau terlaksana. Alhamdulillah niat baik terlaksana, pulangnya kami diberikan bingkisan oleh ibu untuk dibawa pulang, Alhamdulillah terima kasih

Sampai di rumah putri kecilku Khodijah menyambut kedatangan kami dengan sukacita, saya memeluknya dan memberikan jajan kesukaannya, ia begitu  menikmati, dan tidak lupa saya biasakan dia berbagi dengan keluarga tercinta

Malamnya saat terbangun dari tidur tidak sengaja tangan saya menyentuh jidat suami, kok keringatan? Padahal hari sedang hujan, tadi dia bilang kurang enak badan, mungkin karena capek dan kena rintikan hujan. Saya tatap wajahnya, ya Allah sedih memandang wajahnya, wajahnya terlihat begitu lelah tapi hatinya tak pernah menyerah, begitu besar perjuanganmu dalam mencari nafkah untuk keluarga, tapi tak mau mengeluh dengan tanggung jawab yang ada, semoga Allah membalasnya nanti dengan syurga hendaknya, begitupun dengan kita semua hendaknya, Aamiin 🤲
Tulisan sederhana ini sebagai tanda kecil terima kasih dari kami untukmu ayah

Sungai Lempur 7 September 2021
Darni Bunda Khodijah

Menyelam Sambil Belajar Berenang

Alhamdulillah pada hari sabtu 04 September kemarin semua dosen tetap diundang menghadiri rapat yang berkaitan dengan awal proses perkuliahan, sebab tanggal 10 September nanti proses perkuliahan akan dimulai

Tentu dalam proses pembelajaran nanti kita semua ingin memberikan pembelajaran terbaik, itulah sebabnya diawal semua dosen diundang untuk merencanakan pembelajaran terbaik agar tercapai hasil yang maksimal, minimal meminimalisir terjadinya kesalahan dalam proses pembelajaran berikutnya

Hampir semua dosen tetap yang diundang hadir pada acara tersebut, mengingat ini hal yang sangat penting untuk dibahas bersama, saya rasa yang tidak berkesempatan hadir pada saat itu pasti memiliki halangan tertentu hingga sulit untuk bisa hadir

Saat rapat berlangsung saya berusaha mencatat semampunya dari setiap sambutan ataupun pemateri. Belajar menulis yang disarankan oleh Prof Ngainun Naim, tulis apa saja yang ingin kamu tulis jangan mikir salah dan benarnya

Dalam rapat tersebut di antara poin yang dibahas adalah Tridharma Perguruan Tinggi tentunya pembahasan ini berkaitan erat dengan literasi membaca dan menulis merupakan tugas wajib seorang dosen, apalagi menerbitkan karya ilmiah yang seharusnya dilaksanakan setiap semesternya, semoga tercapai hendaknya

Saya bersyukur sekali bisa bergabung di grup WA Ma'arif Menulis, di sini selain disarankan untuk rajin membaca juga dibiasakan untuk menulis apa saja yang ingin ditulis, cukup menulis hal yang ringan saja dulu, tidak harus langsung nulis tulisan yang berat seperti karya ilmiah misalnya, saya rasa butuh kebiasaan menulis yang baik untuk bisa menulis karya ilmiah tersebut, jika tidak pasti itu plagiat atau disebut bahasa kasarnya pelacur intelektual 🤭

Kenapa judulnya belum disinggung Darni?  Saya rasa saat hadir di acara tersebut banyak hal berharga yang saya peroleh, di antaranya ilmu yang sangat bermanfaat, informasi penting, silaturahmi, dan merasa ini suatu kehormatan sekali bisa berkumpul bersama para orang-orang hebat, semoga ketularan hebatnya 😊 Aamiin 🤲

Sungai Lempur 6 September 2021
Darni Bunda Khodijah


Sedih Dan Bersyukur

Jum'at 26 November 2021 Khodijah diasuh sama ayah di rumah nenek Seringat, karena setiap hari jum'at dan rabu Bunda pergi ke kampus ...