Wednesday, April 21, 2021

Keteladanan dari Keluarga Rektor Kampus IAI SMQ Bangko

Rasa bangga tak terhingga bisa ditakdirkan mengabdi di kampus IAI SMQ Bangko, Rektornya sangat ramah santun serta mengayomi, sebenarnya masih banyak lagi karakter beliau yang sangat terpuji, cukup malaikat yang mencatatnya dengan sempurnya, ini hanya segelintir saja

Setiap kali berjumpai dengan saya beliau selalu menyapa saya duluan jika beliau dalam mobil lewat dekat saya selalu membuka kaca mobilnya hanya untuk menanyakan saya dan menanyakan kabar anak & keluarga saya, masya Allah rasanya bahagia sekali ditanya demikian, bagaimana tidak yang menanyanya bukan orang biasa ini orang terpenting di kampus saya

Sungguh Asma Allah sudah melebur dalam diri beliau, orangnya cerdas berakhlak mulia, tampan pula. Masya Allah sungguh indah ciptaan-Mu ya Allah. Semoga Allah selalu merahmati serta meridhoi keluarga beliau hendaknya, Aamiin

Beberapa hari yang lalu saya dan suami berkunjung kerumah beliau, kebetulan disuruh jemput daging kerbau kerumah beliua. Saya menanyakan keberadaan beliau saat itu via WA beliau sedang rapat di kampus, kami disarankan langsung kerumah beliau saja.

Sampai di depan rumah beliau saya menanyakan ibunya ada di rumah dek? Adeknya langsung manggil dari luar bunda ada Tante nyari bunda, sambil menunggu ibu keluar saya berbincang dengan putri rektor yang sedang asik bermain dengan temannya, walaupun lagi bermain dianya selalu menjawab semua pertanyaan ringan dari saya, Masya Allah hati anak ini baik sekali, coba saja saya tanya anak lain di usia dia, sering saya dicuekin, semoga dirimu mulia dunia akhirat ya dek. 

beberapa saat kemudian ibu (Istri Rektor) keluar dan mempersilahkan kami masuk, saya memaklumi ibu lagi ngasuh adek kecil yang lagi berusia beberapa bulan pasti sangat sibuk. Saya langsung menyampai maksud datang dan ibunya langsung mengambilkan daging kerbau yang sudah dibungkus rapi dari kulkas lalu memberikannya pada saya

Kami langsung izin pamit, melihat suami saya duduk di luar rumah ibunya tanya kenapa suaminya tidak diajak masuk? Saya jawab terima kasih bu, ibu tersenyum mendengarnya. Pelajaran berharga dari ibu Rektor adalah beliau sangat sederhana, dari kesederhanaannya itu justru saya menilainya sangat istimewa. Semoga saya bisa meneladani akhlak terpuji dari keluarga beliau Aamiin.

Sunday, April 4, 2021

Terima Kasih Keluargaku Tercinta

Semenjak sibuk mengabdi, saya sering beraktivitas di luar rumah, menitipkan putriku kadang sama umi (adik bungsu), kadang sama neneknya. Sangat merasa bersalah demi pengabdian terpaksa anak dititipkan, sebenarnya hati ini tidak tega. Tidak ingin sebenarnya selalu merepotkan orangtua, sudah saatnya mereka menikmati masa tuanya

Apalah dayaku itu terpaksa kulakukan, yang membuat hatiku sedikit lega ibu pernah bilang, ibu bangga kamu sudah berhasil meraih cita-citamu, ibu siap bantu ngasuh anakmu, ibu tidak percaya ditipkan sama orang lain, takut dengan asuhannya yang tidak sesuai dengan keinginan kita, Alhamdulillah lega rasanya, walaupun masih merasa bersalah

Alhamdulillah nya putriku jika ditinggalkan di rumah sama nenek atau sama umi dia jarang rewel, beda jika saat bersamaku pasti luar biasa pintar dan Sholehah ya 😊
Anak cerdas nan sholehah itu tidak mau diam kecuali tidur 😲

Alhamdulillah, masa-masa ini sangat kunikmati, karena sangat banyak di luar sana yang menginginkan seorang anak, tapi belum memilikinya, semoga siapa saja yang belum memiliki buah hati Allah berikan segera hendaknya, Aamiin ya Robb

Terima kasih yang tak dapat kutulis pada kedua orangtuaku beserta keluarga, jasa-jasa mereka tak pernah bisa kubalas untuk selamanya, semoga Allah meridhoi semua orangtua beserta keluarga kita hendaknya, Aamiin. Ini kok mirip kata pengantar Darni? Biarlah yang penting mau nulis saja dulu 😊

Sedih Dan Bersyukur

Jum'at 26 November 2021 Khodijah diasuh sama ayah di rumah nenek Seringat, karena setiap hari jum'at dan rabu Bunda pergi ke kampus ...