Karena sayur tewelnya masih banyak, teman saya memanasinya agar bisa dikonsumsi sampai habis, lumayan untuk pegiritan, saat sayur tewel dipanasi aromanya sedaaap sekali, keesokan harinya saya coba makan pakai sayur tersebut ternyata benar nikmat sekali, benarkah ini yang namanya blendrang tewel?
Maklum, baru kenal sama sayur tewel. Teman saya tanya, mbak darni suka ya? Jawabku suka banget. Pesanku nanti kalau pulang kampung bawa lagi ya... Kami tertawa. Malu-maluin memang tapi biarlah suka sekali soalnya
Yang saya rindukan lagi saat di Tulungagung adalah gulai ikan Semar, saya juga mengenali dan mulai mengkonsumsi ikan ini saat di sana, rasanya luar biasa, di sini sulit sekali kutemukan, berharap sekali bisa kesana lagi agar bisa makan dengan lauk ikan Semar dan sayur tewel.
Rindu Tulungagung rindu dengan semua kenangan saat di sana, serpihan kecil ceritaku yang tak kusangka bisa dimuatkan dalam sebuah buku antologi, mimpikah aku? insya Allah tidak. Alhamdulillah ya Allah...