Saturday, May 30, 2020

Ayah Bunda


Saya manggil suami dengan sebutan ayah dan suami manggil saya bunda, tujuannya  membiasakan anak dengan panggilan tersebut. Ayah dan bunda untuk sekarang HPnya cuma satu, kalau ada info dari grup Ma'arif Menulis suami kasih HP ke saya, dan apabila ada info dari grup beliau saya melakukan hal yang sama. Terkadang dia ikutan komen di grup Ma'arif dan sayapun sering komen di grupnya dia. Saya pernah mengingatkan dia yah kalau komen di sana hati-hati ya yah, soalnya di grup sana dosen dan guru semua yah. Ayah jawab dengan PDnya sayakan juga guru. Baiklah yang penting saya sudah mengingatkan

Kenapa kami baru punya HP satu sebenarnya suami mampu beli HP untuk saya, tapi saya tidak mau minta dibelikan lagi, sudah punya satu HP sekarang sangat bersyukur. Dari dulu punya HP baru selalu menjadi prioritas yang tertunda, sebenarnya sudah menjadi kebutuhan kami berdua, kerena selalu ditanya no WAnya mana? Dan selalu jawab belum punya. Sebelum menikah saya dan calon suami membuat kesepakatan untuk membantu biaya kuliah adik-adik saya, dan calon suami (waktu itu) menyetujui, ini yang saya lakukan sebelum menikah, inilah sebabnya kenapa saya baru beli HP baru, honor saya hanya sedikit sedangkan kebutuhan adik-adik banyak, beli HP untuk adik selalu menjadi prioritas karena itu kebutuhan kuliah, saya mikirnya dulu saya menghabiskan uang orangtua untuk biaya kuliah sehingga tidak dapat beli apa- apa seperti orang lain. Itulah yang saya lakukan hingga saat ini

Dari kecil saya dibiasakan orangtua hidup sederhana, sehingga saat kuliah saya tidak merasa canggung walau hanya punya HP Nokia senter, info penting hanya saya peroleh dari teman-teman. Saya bisa kuliah bukan karena orangtua banyak uang tapi bermodal nekat dan restu orangtua. Pernah saat kuliah saya berbohong mengatakan sedang berpuasa saat diajak makan siang oleh teman, karena uang sudah menipis hanya tersisa ongkos pulang saat itu, dan pulang kuliah sorenya baru bisa makan, karena jarak rumah saudara tempat saya tinggal dan kampus cukup jauh, cukup sedih jika diingat 

Sekarang saya sudah menikah hampir dua tahun usia pernikahan, baru beberapa bulan lalu bisa beli HP baru, kadang suami bawa hp kerja, jika sampai rumah saya pinjam hpnya. Kenapa ini saya ceritakan? Karena saya belum punya ide untuk menulis hal baru, biarlah menulis yang ini saja dulu

Apakah baru punya  satu hp menjadi alasan saya malas menulis? Tidak tentu tidak akan kubiarkan alasan sepele ini menjadi daftar alasan malas menulis.

Jambi 31 Mei 2020

Friday, May 29, 2020

Bingung Tetap Nulis

Entah apa jadinya tulisanku ini, pokoknya ku ingin terus belajar menulis di sini sambil belajar ngeblog. Karna terus belajar itu sangat diperlukan walaupun sudah hebat. Aku mumet mau nulis apa, untungnya suami siap bantu saat kehabisan kehabisan kata-kata.

Sudah larut malam saat nulis ini, beberapa kali tangan naik keatas kening sambil minta ide pada suami nulis apa lagi yah? Dia jawab tulis sendiri dan pikirkan sendiri, ternyata dia tau cara mendidik saya tidak boleh membiasakan ketergantungan dengan ide orang lain, baiklah aku pikir dan nulis sendiri tanpa memikirkan hasilnya

Pada paragraf ini aku istirahat dulu, karena saya tidak seimbang antara membaca dan menulis, hari ini hanya membaca di grup tidak satupun buku yang saya baca, sementara ngirim tulisan sudah tiga kali, semoga besok punya modal nyetor tulisan.

Cerita terwujudnya blog Darni

Hari ini tanggal 27 Mei 2020, Pak Dr. Ngainun Naim memotivasi kita semua dengan membagikan buku secara gratis dengan syarat aktif menulis. Sayapun langsung bertanya bagi yang hanya menulis di WA dapat buku gratis juga atau tidak? Selang beberapa menit setelahnya saya menerima chat dari ibu Etik, menawarkan saya mau dibikinkan blog Bu Darni? Reflek saya jawab tanpa malu iya Bu, betapa bahagianya saat itu. Saat Bu Etik dalam proses pembuatan blog untuk saya, ada tawaran dari teman grup Ma'arif Menulis siap membantu saya membuat blog, terima kasih saya ucapkan untuk bapak yang belum sempat saya tanyakan siapa namanya

Bu etik minta identitas saya untuk mulai membuat blog, sebab dengan alamat email sendiripun saya sampai lupa, karena jarang digunakan dan sering gonta ganti email juga soalnya. Setelah mengirim identitas Bu etik mengirim alamat blog, email dan sandinya ke saya. Saya mulai mencoba membuka blog, sampai pusing nyarinya tidak bisa juga, ampun deh gapteknya.

Akhirnya saya nyerah dan minta bantuan pada adik saya bagaimana cara membuka blog sendiri dan menulis di sana. Dia juga belum pernah membuat blog, hanya pernah membuka blog orang lain katanya, tapi dia mau berusaha membantu saya hingga bisa menulis tulisan di sini. Berarti selama ini usaha saya dalam membuat blog masih nol.

Akhirnya Alhamdulillah dan terima kasih tak terhingga saya ucapkan pada yang berhati mulia, telah berkenan membuat rumah tempat saya belajar menulis, semoga bermanfaat dunia dan akhirat amin.

Dikejar Lima Paragraf



Alasan untuk malas menulis lebih gampang ditemukan daripada alasan harus tetap menulis. Ingatlah Darni jika dirimu tidak sibuk dengan hal positif maka pasti kamu akan disibukkan dengan hal negatif, na'uzubillah. Baiklah semoga alasan untuk malas menulis semakin menipis.

Lima Paragraf setiap hari kalau dipikir sangat gampang, jika terlaksana ternyata lebih gampang lagi, karena tidak disyaratkan tulisannya harus berbobot atau bukan, syaratnya cuma satu, lima paragraf setiap hari, tapi kenapa kamu sering absen Darni? Sungguh keterlaluan

Kapan kamu bisa memulai mengaplikasikan rasa syukur bisa bergabung disini? karena di antara makna syukur adalah berusaha untuk membalas lebih dari yang diperoleh. Mulai sekarang semoga bisa belajar Istiqomah dalam menulis

Semangat penulis pemula memang sangat gampang rapuh kurasa, dilanda masalah dikit nulis lima paragraf entah jadi prioritas yang kesekian jauh di bawah. Tapi jangan manyalahkan masalah darni, masalahmu belum seberapa dibanding teman yang lain, toh mereka tetap santai, bisa setor tulisan bagus lagi. La kamu bisa apa saat disapa masalah kecil? Aku bisa melakukan hal yang lebih bermanfaat seperti teman yang lainnya

Betah dalam zona nyaman akan membuatku berbahaya dalam mengejar masa depan yang lebih baik, karena kesempatan baik hanya berpihak pada orang yang  mempersiapkan dirinya dengan berbagai kemampuan yang jauh lebih baik dari kebanyakan orang. Akhirnya lima paragraf untuk hari ini sudah terlaksana.

Tuesday, May 26, 2020

Bolehkah Aku Buang Sampah di Sini?

Sudah lama aku absen alias hanya menyimak, sekali muncul bawa sampah, tapi biarlah walaupun tidak layak dikonsumsi publik yang penting aku bisa lega setelah membuang sampah yang ada dalam pikiranku ini

Saat pembagian dana BLT di desa kami suamiku sangat terlibat dalam proses pengurusan bantuan tersebut, mulai dari pendataan hingga pencairan, dikerjakan dengan sebaik mungkin demi tugas. Akupun ikut andil agar sedikit meringankan beban pikiran suami

Setelah bantuan dibagikan kepada pihak yang bersangkutan, satu persatu warga datang kerumah menanyakan kenapa bantuannya tidak merata? Dengan alasan virus Corona tidak kenal kaya dan miskin. Ada juga warga yang meluapkan emosinya dengan mengatakan perangkat desa tidak becus menjalankan tugas, dan banyak luapan emosi lainnya yang kami terima dengan sangat menyesakkan dada

Panas memang mendengarnya, tapi apalah daya kebijakan pemerintahan demikian adanya, hanya yang berhak yang mendapatkan. Aku sudah berusa menjelaskan namun mereka tidak menghiraukan. Mungkin karena masyarakat butuh uang semua sebelum lebaran makanya mereka ngotot minta dibagikan rata

Beginilah sedikit penderitaan kami, warga yang dapat bantuan kami cuma dihadiahi caci maki, cukup sedih lihat suami, dicaci dan dicuekin oleh masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan. Padahal dalam hati pernah berjanji tidak akan membiarkan suami direndahkan oleh siapapun, sekarang hanya bisa berusaha menghibur hati suami. Semoga berhasil. Tulisannya sangat kacau seperti sampah. Mohon maaf semuanya.

Jambi 27 Mei 2020

Sedih Dan Bersyukur

Jum'at 26 November 2021 Khodijah diasuh sama ayah di rumah nenek Seringat, karena setiap hari jum'at dan rabu Bunda pergi ke kampus ...