Saturday, June 20, 2020

Menunggu yang Menyenangkan

Ternyata menunggu itu tak selamanya membosankan, tentu akan menyenangkan jika dimanfaatkan dengan melaksanakan hal biasa saja tapi bermanfaat. Contoh kecil yang saya praktikkan, pagi hari saya memasak, memandikan Khodijah, membuat kopi untuk suami, sarapan dan mempersiapkan keperluan mengabdi lalu berpamitan pergi

Sampai tujuan saya ngobrol dengan teman-teman setelah cukup lama ngobrol ringan saya cek hp, ternyata chat di grup WA cukup menumpuk belum terbaca, saya buka satu persatu dan membacanya informasi penting dari beberapa grup tersebut

Sambil menunggu teman keluar, saya coba nulis tulisan ini di blog, saat menulis ada yang manggil, saya terhenti melanjutkan tulisan ini, dilanjut lagi jam belajar sudah menunggu, sayapun langsung masuk kelas hingga selesai

Tulisan ini saya simpan saja dulu walau belum cukup lima paragraf, sampai rumah sekitar jam 17:30 kerena menempuh jarak perjalanan dari rumah-tempat mengabdi sejauh empat puluh tiga kilo meter, sampai rumah saya langsung ganti peran sebagai ibu yang harus siap mengasuh anak

Di sini saya belajar jadi ibu yang baik untuk anak, alasan capek tidak boleh jadi alasan, karena dari awal sudah tau konsekuensi dari komitmen yang dipilih. Saya nulis ini sambil menunggu rasanya senang sekali.

3 comments:

Sedih Dan Bersyukur

Jum'at 26 November 2021 Khodijah diasuh sama ayah di rumah nenek Seringat, karena setiap hari jum'at dan rabu Bunda pergi ke kampus ...