Saya bantu adik ipar masak kebetulan saat itu mesin cuci lagi dipakai mertua mencuci pakaian, saat mencuci pakaian anak mulai rewel sebab kemarin lusa badannya sempat panas ringan efek saya mandikan dengan membasahkan kepalanya pada saat pukul 10 siang, kalau dia selesai demam biasanya diakhiri rewel, jika demamnya ringan rewelnya tingkat ringan, jika demamnya beberapa hari biasanya rewelnya maksimal empat hari
Karena putri saya sering rewel minta digendong dan dipeluk akhirnya adik ipar yang menyelesaikan cucian, sudah pukul 11 malam bahkan lewat Khodijah belum kunjung mau tidur mungkin merasa badannya belum nyaman, saya mengerti itu, makanya saya usahakan mengikuti keinginannya, sedangkan ayahnya hanya marah-marah sambil nyuruh anaknya cepat tidur, jika dia marah-marah terus tentunya Khodijah jadi takut sama dia, jadinya hanya mau sama saya, sedangkan saya lagi hamil besar, capek juga dipaksa gendong anak
Harusnya suami lebih lembut sama anak agar anak nyaman sama ayahnya, kalau tidak ya begini jadinya, walaupun capek tetap menggendong anak semampunya, sedangkan suami merasa nyaman anaknya sudah diam, padahal anak diam karena saya gendong, siapa yang tidak kesal kita menderita dia tidur dengan aman
Paginya bangun tidur anak masih rewel, saya putuskan untuk ngajak suami cepat pulang, sampai rumah suami langsung ngulang tidur, sedangkan anak masih rewel minta digendong terus, saya pergi ke kamar dan menyampaikan kekesalan hati saya, kok jadi suami cuma mau enaknya saja punya anak, kapan anak rewel dak mau bantu, jika bantu itupun marah-marah sama anak, anak itu belum dewasa butuh kasih kasih sayang bukan bentakan
Paginya sebelum berangkat ke kampus saya pamitan sama dia langsung minta maaf, dia malah bilang yang tidak baik, saya jadi tambah kesal dan langsung pergi. Saat dijalan saya sangat benci padanya, sudahlah salah tidak mau disalhkan. Sangat kesal hari ini
No comments:
Post a Comment