Monday, September 6, 2021

Terima Kasih Suamiku

Suamiku baru kali ini kutulis catatan khusus tentangmu, tadi siang Senin 6 September 2021 saya menemani suami ke kantor Pertanahan Bangko untuk melengkapi bahan sertifikat tanah warga desa seringat khususnya dusun Sungai Lempur

Setelah urusan selesai kami pamit untuk pulang, mengingat cuaca sudah mulai mendung. Beberapa menit perjalanan ternyata hujan deras turun, kami bermaksud untuk mencari tempat berteduh yang tepat karena belum makan siang apalagi kalau bukan rumah makan atau kantin

Awalnya kami berhenti di suatu rumah makan yang ada di pasar bawah kota Bangko, dan kami sudah duduk di kursi makan, karyawan mulai mengantarkan air untuk mencuci tangan, kami menunggu sambil ngobrol ringan

Sudah sekian menit menunggu hidangan belum kunjung datang, saya perhatikan karyawannya terus sibuk keluar masuk dapur, saya pikir karyawannya lupa, pas dia lewat saya menanyakan masih lama ya dek? Dia jawab nasinya habis, lagi dimasak kak. Allahu Robb... Kenapa baru bilang gumam suami saya. karena hujan sudah mulai reda saya dan suami bergegas menuju tempat makan langganan dan melahap makan siang di sana

Saat perjalanan pulang suami meminta saya yang memakai helm takut nanti saya sakit kepala karena lagi hamil banyak yang harus dijaga. Suami sedikit disirami gerimis saat diperjalanan, sebab jika menunggu hujan reda takut nanti tidak bisa menghadiri undangan dari Pak Doktor Nasril di acara resepsi pernikahan adiknya, makanya kami nekat terus jalan agar niat silaturahmi kerumah beliau terlaksana. Alhamdulillah niat baik terlaksana, pulangnya kami diberikan bingkisan oleh ibu untuk dibawa pulang, Alhamdulillah terima kasih

Sampai di rumah putri kecilku Khodijah menyambut kedatangan kami dengan sukacita, saya memeluknya dan memberikan jajan kesukaannya, ia begitu  menikmati, dan tidak lupa saya biasakan dia berbagi dengan keluarga tercinta

Malamnya saat terbangun dari tidur tidak sengaja tangan saya menyentuh jidat suami, kok keringatan? Padahal hari sedang hujan, tadi dia bilang kurang enak badan, mungkin karena capek dan kena rintikan hujan. Saya tatap wajahnya, ya Allah sedih memandang wajahnya, wajahnya terlihat begitu lelah tapi hatinya tak pernah menyerah, begitu besar perjuanganmu dalam mencari nafkah untuk keluarga, tapi tak mau mengeluh dengan tanggung jawab yang ada, semoga Allah membalasnya nanti dengan syurga hendaknya, begitupun dengan kita semua hendaknya, Aamiin 🤲
Tulisan sederhana ini sebagai tanda kecil terima kasih dari kami untukmu ayah

Sungai Lempur 7 September 2021
Darni Bunda Khodijah

1 comment:

Sedih Dan Bersyukur

Jum'at 26 November 2021 Khodijah diasuh sama ayah di rumah nenek Seringat, karena setiap hari jum'at dan rabu Bunda pergi ke kampus ...