Sudah lama aku absen alias hanya menyimak, sekali muncul bawa sampah, tapi biarlah walaupun tidak layak dikonsumsi publik yang penting aku bisa lega setelah membuang sampah yang ada dalam pikiranku ini
Saat pembagian dana BLT di desa kami suamiku sangat terlibat dalam proses pengurusan bantuan tersebut, mulai dari pendataan hingga pencairan, dikerjakan dengan sebaik mungkin demi tugas. Akupun ikut andil agar sedikit meringankan beban pikiran suami
Setelah bantuan dibagikan kepada pihak yang bersangkutan, satu persatu warga datang kerumah menanyakan kenapa bantuannya tidak merata? Dengan alasan virus Corona tidak kenal kaya dan miskin. Ada juga warga yang meluapkan emosinya dengan mengatakan perangkat desa tidak becus menjalankan tugas, dan banyak luapan emosi lainnya yang kami terima dengan sangat menyesakkan dada
Panas memang mendengarnya, tapi apalah daya kebijakan pemerintahan demikian adanya, hanya yang berhak yang mendapatkan. Aku sudah berusa menjelaskan namun mereka tidak menghiraukan. Mungkin karena masyarakat butuh uang semua sebelum lebaran makanya mereka ngotot minta dibagikan rata
Beginilah sedikit penderitaan kami, warga yang dapat bantuan kami cuma dihadiahi caci maki, cukup sedih lihat suami, dicaci dan dicuekin oleh masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan. Padahal dalam hati pernah berjanji tidak akan membiarkan suami direndahkan oleh siapapun, sekarang hanya bisa berusaha menghibur hati suami. Semoga berhasil. Tulisannya sangat kacau seperti sampah. Mohon maaf semuanya.
Jambi 27 Mei 2020
selamat punya blog
ReplyDeleteSelamat. Mari terus menulis.
ReplyDeleteAyoo.. Semangat terus....
ReplyDeleteAlhamdulillah
ReplyDeleteYang sabar akan menang, menarik untuk di daur ulang.mafff
ReplyDeleteSampah yang bermanfaat Bund... Saya yakin panjenengan sabar menghadapi warna warni masyarakat, dimana-mana ada saja anggota masyarakat terlihat mampu secara ekonomi tp merasa kurang mampu kemungkinan karena keadaan, atau kungkinan jg ya memang pinginnya dianggap kurang mampu. Perlu pendidikan kona'ah he he. (Maaf, penting komen)
ReplyDeleteAlhamdulillah blognya jadi
ReplyDeleteAlhamdulillah blognya jadi
ReplyDeleteAlhamdulillah, ada yg berbaik hati membantu saya pak
DeleteSaya tdk bisa mmbayangkan jika si bapak perangkat desa yang perjuangannyabsama dg perjuangan suami ibu, tapi ia belum punya istri. Alangkah sedih nya. Pasti sedih nya bertubi2 karena tdk ada yg membantu dan tdk ada yang menghibur hatinya.
ReplyDeleteSungguh sedih sekali
DeleteSungguh sedih sekali
DeleteAlhmdulillah.... Jadi.
ReplyDelete