Monday, December 28, 2020

Kehujanan Demi Terlaksananya Rencana

Hari ini adalah jadwal pembagian syahadat di Madrasah kami, maklum izin operasional belum diurus, jadi jadwal apapun masih semaunya belum mengikuti aturan. Kebetulan hari ini juga ada undangan hajatan resepsi pernikahan tetengga desa sebelah yang harus disambangi. Sekitar pukul sembilan pagi saya mulai mempersiapkan diri dan anak untuk berangkat ke acara resepsi pernikahan, setelah kami siap giliran adik saya yang belum siap, masih ada urusan yang belum selesai

Khodijah hanya dipakeka singlet dan pempes, mengingat pergi kondangan masih lama takut bajunya kotor, saat kami menunggu adik saya merampungkan urusannya, sekarang giliran Khodijah yang tertidur karena sudah waktunya dia tidur siang. Setelah Khodijah bangun belum juga bisa berangkat kerena setelah Zuhur adalah jadwal pemberian syahadah untuk anak-anak madrasah, usai acara tersebut barulah kami pergi kondangan

Dipertengahan perjalanan tiba hujan turun, kami terus melanjutkan perjalanan karena hujannya masih ringan, namun saat kami meneruskan perjalanan hujan deras beserta angin kencang menghantam, tidak ada pilihan lain selain meneruskan perjalanan dalam badai karena di sana tidak ada rumah tempat kami berteduh, motor kami hampir jatuh karena adik saya susah melihat jalan diterpa hujan deras dari arah yang berlawanan, Alhamdulillah bisa terkendali

Khodijah hanya bisa saya tutup kepalnya dengan jilbab, dia mengatakan "hujan bunda" saya hanya mengiyakan sedih melihat dia sepertinya mulai kedinginan, bersyukurnya sebelum sampai tujuan ada rumah kakak saya di sana, kami langsung mampir, mereka menyambut kami dengan gembira dan mencarikan handuk serta pakaian anaknya untuk diberikan pada Khodijah yang basah kuyup, dan juga kami diberikan handuk serta pakaian ganti

Setelah cukup lama kami beristirahat kerena menunggu hujan yang belum kunjung reda, adik saya memasak mie untuk dimakan bersama, ketika hujan mulai reda, saya sempatkan pergi kondangan, anak dan adik saya tidak ikut, mengingat waktunya sudah mendekati Maghrib, sampai sana saya dihidangkan makanan, dengan minta maaf yang sebesar-besarnya saya terpaksa menolak rizki tersebut karena takut Khodijah nangis ditinggal agak lama, mana saya hanya jalan kaki perginya, jalan becek takut jatuh diantar pake motor, maklum jamnya belum diaspal. Setelah kembali barulah kami pulang kerumah karena jalan cukup licin, kami memilih jalan yang cukup jauh melewati dua desa agar perjalanan aman dan lancar hingga sampai rumah, walaupun di tengah perjalanan melewati jalan setapak yang semak belukar cukup menakutkan, bersyukurnya ada juga orang lain yang melewatinya, mungkin mereka juga berinisiatif yang sama dengan saya, akhir kata kami sampai rumah dengan selamat, Alhamdulillah tercapai semua harapan hari ini walau tak sesua rencana.

2 comments:

Sedih Dan Bersyukur

Jum'at 26 November 2021 Khodijah diasuh sama ayah di rumah nenek Seringat, karena setiap hari jum'at dan rabu Bunda pergi ke kampus ...