Khodijah hanya dipakeka singlet dan pempes, mengingat pergi kondangan masih lama takut bajunya kotor, saat kami menunggu adik saya merampungkan urusannya, sekarang giliran Khodijah yang tertidur karena sudah waktunya dia tidur siang. Setelah Khodijah bangun belum juga bisa berangkat kerena setelah Zuhur adalah jadwal pemberian syahadah untuk anak-anak madrasah, usai acara tersebut barulah kami pergi kondangan
Dipertengahan perjalanan tiba hujan turun, kami terus melanjutkan perjalanan karena hujannya masih ringan, namun saat kami meneruskan perjalanan hujan deras beserta angin kencang menghantam, tidak ada pilihan lain selain meneruskan perjalanan dalam badai karena di sana tidak ada rumah tempat kami berteduh, motor kami hampir jatuh karena adik saya susah melihat jalan diterpa hujan deras dari arah yang berlawanan, Alhamdulillah bisa terkendali
Khodijah hanya bisa saya tutup kepalnya dengan jilbab, dia mengatakan "hujan bunda" saya hanya mengiyakan sedih melihat dia sepertinya mulai kedinginan, bersyukurnya sebelum sampai tujuan ada rumah kakak saya di sana, kami langsung mampir, mereka menyambut kami dengan gembira dan mencarikan handuk serta pakaian anaknya untuk diberikan pada Khodijah yang basah kuyup, dan juga kami diberikan handuk serta pakaian ganti
Setelah cukup lama kami beristirahat kerena menunggu hujan yang belum kunjung reda, adik saya memasak mie untuk dimakan bersama, ketika hujan mulai reda, saya sempatkan pergi kondangan, anak dan adik saya tidak ikut, mengingat waktunya sudah mendekati Maghrib, sampai sana saya dihidangkan makanan, dengan minta maaf yang sebesar-besarnya saya terpaksa menolak rizki tersebut karena takut Khodijah nangis ditinggal agak lama, mana saya hanya jalan kaki perginya, jalan becek takut jatuh diantar pake motor, maklum jamnya belum diaspal. Setelah kembali barulah kami pulang kerumah karena jalan cukup licin, kami memilih jalan yang cukup jauh melewati dua desa agar perjalanan aman dan lancar hingga sampai rumah, walaupun di tengah perjalanan melewati jalan setapak yang semak belukar cukup menakutkan, bersyukurnya ada juga orang lain yang melewatinya, mungkin mereka juga berinisiatif yang sama dengan saya, akhir kata kami sampai rumah dengan selamat, Alhamdulillah tercapai semua harapan hari ini walau tak sesua rencana.
Asyik ceritanya bu...
ReplyDeleteAsyik ceritanya bu...
ReplyDelete